SunDec03

Diduga, Oknum Sudin CKTRP Jakpus Pasang Badan Lindungi Bangunan Bermasalah

Diduga, Oknum Sudin CKTRP Jakpus Pasang Badan Lindungi Bangunan Bermasalah


Sumberita.com, JAKARTA - Maraknya bangunan bermasalah di Wilayah Jakarta Pusat yang tidak ditindak tegas oleh instansi terkait, ramai diperbincangkan sejumlah kalangan di lingkungan pemerintah setempat.

Beredar informasi yang belum terklarifikasi, oknum Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakpus berani pasang badan melindungi bangunan melanggar dan kangkangi Perda 7/2010 tentang Bangunan Gedung, Perda 1/2014 tentang Rencana Detai Tata Ruang dan Peraturan Zonasi, juncto Pergub 128/2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Bahkan, oknum CKTRP Jakpus dikabarkan rela mengeluarkan kocek untuk mendatangkan dukungan orang dari luar lingkungan guna membantu pasang badan.

Oknum Sudin CKTRP Jakpus dianggap pasang badan karena unit yang dikepalai Ir. Widodo Soeprayitno, MM, tidak pernah sekalipun terlihat mengambil tindakan tegas tehadap sejumlah temuan wartawan soal pelanggaran membangun di wilayahnya.

Dari sekian banyak pembangunan bermasalah, diantaranya proyek hotel melati 9 lt yang masih dipertanyakan keaslian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya. IMB No. 0079 tahun 2016 untuk 7 lt dengan lokasi Jl. Kebon Kacang 9 No. 4 RT 006/007 Kel. Kebon Kacang, Kec. Tanah Abang, tidak terlihat lagi usai dibongkar Sudin CKTRP Jakpus, (23/11). Anehnya, yang terlihat dibongkar pun hanya dak lantai dua.

Masih di kawasan Kec. Tanah Abang, berlangsung pengerjaan gedung 5 lt dengan IMB rumah tinggal nomor 040 tahun 2016. Rumah tinggal 4 lt dengan IMB No. 078 tahun 2016. Ada lagi, proyek Guesthouse 4 lt. Padahal pada IMB No. 0111 tahun 2017, ditulis untuk 3 lt. Seperti dibiarkan melanggar, tidak terlihat tindakan tegas Sudin CKTRP Jakpus.

Lalu, proyek untuk cucian mobil di Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 2, Kel. Kebon Pala, Kec. Gambir. Walaupun masih tersegel dan belum miliki IMB, pengerjaannya jalan terus. Diduga, pemilik telah menggelontorkan dana cukup besar kepada oknum untuk pengurusan IMB dan kordinasi ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta untuk perlindungan pengerjaan proyek yang masih tersegel.

Menurut Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Jakarta Pusat, Liston Gurning, S H, bahwa oknum aparatur sipil negara (ASN) yang tidak jalankan tugas pokok dan fungsinya dan malah pasang badan lindungi bangunan bermasalah, tidak layak dipertahankan dan harus dipecat oleh gubernur.

Sementara, orang luar yang didatangkan oknum CKTRP Jakpus untuk membantu pasang badan, dapat dipidana karena dianggap ikut menghalangi tugas pers yang dilindungi UU No. 40/1999. "Ancamannya 2 tahun penjara dan denda lima ratus juta rupiah," tegas Liston gurning, S H.

Sepakat dengan Liston Gurning, S H, Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi (GAK), Kampanye Sitanggang, menegaskan bahwa siapa saja yang berani menghalang-halangi tugas pers, harus dipolisikan.

Kampanye menduga terjadi pungutan liar (Pungli) dengan nilai cukup fantastis guna pasang badan melindungi bangunan bermasalah di DKI.

Dicontohkan, proyek gedung 8 lt Jl. Hasyim Ashari No. 119 B RT 03/07, Kel. Cideng, Kec. Gambir. Bangunan tidak sesuai IMB dengan pelanggaran fatal, hanya dibongkar cantik pada 11 Juli lalu. "Mengapa bagian bangunan yang berdiri di jarak atau ruang bebas serta tambahan 2 lantai tidak dibongkar," tanya Kampanye.

Kemudian, proyek hotel 6 lt di Jl. Cempaka Barat 3, Kec. Cempaka Putih. Pelanggaran pelaksanaannya cukup fatal namun dibiarkan. Pada IMB tertera untuk hunian dengan ketinggian 4 lt.

Ketika dikonfirmasi soal dugaan oknum Sudin CKTRP Jakpus yang pasang badan melindungi bangunan bermasalah, kasudin diam tidak berkomentar. (sahala t p)

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

  

 

 

 

 

 


Go to top