FriOct27

BELAJAR MENJADI NEGARAWAN SEJATI


Sumberita.com, JAKARTA - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan gugatan warga Bukit Duri Jakarta Selatan terhadap Pem Prov DKI, memberi harapan masih ada keberpihakan hukum atas pemenuhan Hak Hidup warga Miskin Kota berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yg berlaku di Negara Republik Indonesia. Selain dari itu keputusan PN juga membuktikan terjadi kesalahan prosedur kebijakan tata pemerintahan Prov DKI Jakarta.

Berdasarkan Keputusan PN Gubernur Anies R Baswedan & Wakil Gubernur Sandiaga S Uno bersikap tidak gunakan hak "banding" sangatlah tepat, hal ini menunjukan kemauan Pemimpin Ibukota Negara Republik Indonesia utk teguh pada komitmen menjunjung Supremasi Hukum dalam rangka BELAJAR MENJADI NEGARAWAN.

Akan lebih baik & benar serta kedewasaan berfikir dalam rangka berupaya menjadi Negarawan, apabila Gub Anies & Wagub Sandy terbiasa mengutamakan good intelektual atitude dengan membiasakan diri dalam Segi Kehidupan System Tata Pemerintahan Daerah/Negara berdasarkan Peraturan Hukum yg berlaku di Negara Republik Indonesia. Dimana good intelektual atitude Kehidupan System Tata Pemerintahan Daerah/Negara melekat dalam diri Negarawan Sejati.

Sejak menjabat Pemimpin Prov DKI Jakarta masih menjalani adaptasi kehidupan pejabat pemerintah yg sangat jauh berbeda dg kehidupan pejabat swasta. Sebagai Pemimpin Daerah Ibukota Negara masyarakat menuntut Perfection dari atitude, tingkah laku, behavior, gesture & penampilan sampai pada tutur kata.

Dalam beberapa kesempatan Wakil Gubernur Sandy masih terlihat jauh dari harapan masyarakat, tercatat ada kelemahan2 yg harus segera diatasi yaitu penampilan, tutur kata, behavior & gesture yg tidak pantas sebagai Negarawan Sejati.

Saya melihat masih terbawa emosional issued diperlihatkan Gub Anies & Wagub Sandy dalam menanggapi "kritik" kaum gagal move on.

Kebaikan & beberapa keberhasilan terobosan kebijakan Gub Anies Wagub Sandy atas dukungan masyarakat, agar tidak menjadi terlena & abai. Terutama yg harus diperhatikan pengawasan ketat adalah "oknum2 Tim kepercayaan lingkungan internal Gub Anies Wagub Sandy. Ada gejala sangat dirasakan mulai disharmonis & unhumble kerjasama 400 lebih elemen relawan dg Gub Anies Wagub Sandy terutama komunikasi informasi real lapangan. Dipastikan jika fenomena ini tidak diperhatikan akan menjadi bumerang kepemimpinan mrk.

Akan lebih bijak & arif jika potensi 400 lebih elemen relawan tetap dijaga komunikasi & harmonisasi hubungan kemitraan selama menjabat Gubernur & Wakil Gubernur Prov DKI Jakarta. Sebab tanpa peran aktif relawan yg tanpa kenal waktu & pamrih, mustahil keniscayaan Anies-Sandy memenangkan Pilkada DKI 2017. Janganlah Gub Anies Wagub Sandy bak pepatah "Bagai Kacang Lupa Kulitnya"  membiarkan oknum2 lingkungan internalnya menjadi penghalang harmonisasi hubungan komunikasi kemitraan dengan relawan yg sudah terbangun menjadi hancur akibat terlena dan abai.

Agus Chairudin: Terlebih oknum2 lingkungan internal Gub Anies Wagub Sandy pastinya sangat tidak memahami sikon eselon DKI banyak galau, cari muka padahal mereka sudah menebar perangkap penggembosan suksesi kinerja 2018-2022 dan komitmen bekerjasama oknum-oknum Parpol lawan dalam Pilkada DKI 2017.

By:
Ir. Agus Chairudin
Pengamat Kebijakan & Tranparansi Anggaran.

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

  

 

 

 

 

 


Go to top