SunOct08

Penetapan Badan Pengurus Rakyat GEMPARTAK Provinsi Maluku Utara Periode 2017 – 2021

Penetapan Badan Pengurus Rakyat GEMPARTAK Provinsi Maluku Utara Periode 2017 – 2021


Sumberita.com, Maluku Utara -Terbentuknya Gempartak dengan komposisi pengurus yang lebih siap dan lebih baik merupakan langkah maju Gempartak yang telah terbentuk sejak tahun 2010 hingga sekarang, dengan di terbitkannya SK No.001/SK/PP/GEMPARTAK/X/2017 tentang penetapan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah GEMPARTAK Gerakan Ekonomi Kerakyatan (Community Economic Movement) Provinsi Maluku Utara yang dilaksanakan pada hari Sabtu (7/10/2017), sekitar pukulaul 20.00 WIT, di Bukit Pelangi jalan Jeruk, Kecamatan Ternate Selatan, Provinsi Malut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina Wadansat Brimob Polda Maluku Utara AKBP. Jafar Sadik Zaenal, M.Si, Ketua PPP Provinsi Maluku Utara Salim Halid, Ketua GEMPARTAK  MT. Arsyad, SE, Sekertaris Jenderal Halis Ahmad, dan Bendahara Gamaria Iskandar Alam.


Kegiatan tersebut dibuka Ketua Panitia Junaedi Abdul Rasyid yang dihadiri Praktisi Perikanan, Koperasi, Pertanian, Pelaku Ekonomi Kecil dan menegah serta para tamu undangan dari berbagai kalangan profesi dan usaha. Pembukaan acara dimulai dengan pembacaan do’a oleh Imam Moya, Mohtar Sawal

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyampaikan kepada warga rakyat Gempartak terkait keputusan pengukuhan GEMPARTAK Provinsi Maluku Utara periode 2017 – 2021.
“Melalui pertemuan ini kami umumkan surat keputusan badan pengurus GEMPARTAK” urai Ketua Panitia Junaedi Abdul Rasyid yang merupakan Ketua Setwil Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Malut dan sekaligus Wakil Ketua Umum GEMPARTAK, Acara dipandu oleh Adhar Ahmad selaku moderator acara yang juga merupakan Wasekjen Gempartak.

Dari wawancara kami dengan ketua gempartak MT. Arsyad, SE. Bahwa bagimana kami mengangkat masyarakat kalangan bawah dari segi kesejahteraannya agar bisa terjangkau, maka ini lah tujuan gempartak lahir, bahwa awalnya sdh ada dan sudah berjuang sangat lama,  kami juga berharap agar gempartak bisa menasional hingga Go Internasional, sampai akhirnya terbentuk lah badan pengurus gempartak pada malam hari ini. Gempartak memperjuangkan masyarakat kalangan bawah seperti para tukang ojek, cukur rambut, pedagang-pedagang kecil dan lainya, lanjut Ketua GEMPARTAK. MT. Arsyad bahwa nama GEMPARTAK ini awalnya dari singkatan Gerakan Ekonomi Masyarakat Pasar Tani  Nelayan dan Koperasi Provinsi Maluku Utara, karna kami inggin agar gempartak bisa bergerak disegala bidang usaha kegiatan ekonomi kerakyatan, dan tidak hanya dilokal saja tapi juga nasional maupun internasional maka kami merubah singkatan GEMPARTAK menjadi “Gerakan Ekonomi Kerakyatan Provinsi Maluku Utara” supaya lebih universal.


Program kerja gempartak mulai dari pemberdayaan masyarakat dari proses pendanaan, pendampingan pengawasan dan bimbingan maupun pelatihan, dari proses awal hingga akhir dengan sistem tradisional sampai modern dan juga bagimana penataan manajemen usaha yang lebih baik. Tujuan gempartak ini harus membumi di seluruh kabupaten kota dalam waktu dekat ini maka kami akan buat deklarasi gempartak Provinsi Maluku Utara dengan 10 Kabupaten/kota tuturnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Wadansat Brimob Polda Maluku Utara AKBP. Jafar Sadik Zaenal, M.Si. bahwa  saya selaku Pembina gerakan ekonomi kerakyatan yang menghimpun banyak orang ini, juga akan berusaha untuk membantu tidak hanya memperhatikan ekonominya saja tetapi juga budaya anak negeri, supaya punya ketaatan dan kedisiplinan seperti kebersihan lingkungan saling menghargai dan menghormati para pedagang, begitu juga jangan melakukan hal-hal yang non produktif seperti melakukan kejahatan.

Apa lagi Ekonomi Kerakyatan ini jangan sampai bertabrakat dengan berbagai kepentingan seperti pemilik modal yang besar, maka bgm agar kita berdiri sendiri supaya bisa mengatur hingga tidak terjadi konflik dengan cara kita yang berada didalam badan pengurus ini, hingga bias membentuk tim-tim supaya bisa melakukan pembinaan dan pemdampingan karna itu samua harus perlu diatur dalam wadah ini agar bisa berjalan dengan baik.

Begitu juga disampaikan Sekertaris Jenderal Gempartak Halis Ahmad yang punya pengalaman organisasi baik didalam maupun diluar negeri. “Kita tak bisa tinggal diam jika melihat struktur Organisasi Gempartak yang orang-orangnya bertalenta. Bagaimana kita mewujudkan 9 Nawacita Pemerintah. Bagaimana semua potensi yang ada ditengah masyarakat kita buatkan program agar berjalan dengan membuat Masterplan” papar Sekjen Halis Ahmad.
Dirinya juga menyampaikan agar tidak membangun konflik namun memberikan saran untuk dijadikan bahan masukan agar Gempartak menjadi wadah yang bermanfaat bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Sementara itu Bendahara Gempartak Gamaria Iskandar Alam dalam kesempatan tersebut menyampaikan jika dirinya baru saja bergabung tiga minggu. “Saya tertarik karena tujuannya nggak muluk-muluk dan sederhana. Apalagi Pemerintah menyorot UKM ditambah lagi semua usaha kecil tidak punya legalitas.


Jadi akses ke Bank agak sulit untuk mereka yang mempunyai tingkat ekonomi menengah kebawah. Jadi disini semoga saya amanah dengan jabatan saya untuk sama-sama membangun Organisasi GEMPARTAK agar tingkat perekonomian masyarakat menengah kebawah semakin meningkat kesejahteraannya. Sebab ini saya anggap gerakan kemanusiaan” tutur Bendahara Gempartak Gamaria Iskandar Alam. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sesi tanya jawab yang sangat menarik antara warga dan tamu undangan yang hadir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menggelar rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Maluku Utara. Jokowi menghendaki, Provinsi Maluku Utara memiliki produk unggulan sehingga bisa mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Contohnya, Jokowi mengatakan, bisa dioptimalkan sumber daya sektor kelautan, perikanan maupun industri pengolahannya. Ini didukung juga dengan Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara di 2016 sebesar 5,7%.

Pemerintah juga akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai. Di mana, perlu dukungan pembangunan infrastruktur pelabuhan, pembangkit listrik, penyimpan logistik, cold storage, hingga pelatihan vokasional untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan berkarakter.
USAID-SEA mencatat, 69% luasan Malut atau 145.819 km2 adalah perairan dengan 3.104 km garis pantai. Stok ikan mencapai 1.035.230 ton per tahun dengan produksi 51.000 ton per tahun pada 2011.
Selain mengelola hasil laut melalui kelompok-kelompok nelayan dan petani, Gempartak juga akan melakukan kerjasama baik dari pihak Pemerintah maupun Swasta untuk bersama-sama menggali potensi masyarakat ekonomi menengah kebawah. (jun/memed)

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

  

 

 

 

 

 


Go to top