SunJan31

Sumberita - Jambangan tris flower boleh berbangga hati.

Setelah tahun lalu mendapat kunjungan dari pelajar Asean. kini, commtech kembali kunjungi jambangan dalam rangka The Partisipan Of Community And Technological Camp ( CommTECH ) ITS Camp Insight 2016.

Tris Flower menerima kunjungan lagi dari mancanegara. Kali ini yang berkunjung adalah tamu-tamu pelajar dari 13 negara yang mewakili 4 benua yaitu Jepang, Taiwan, Spanyol, Kamerun, Filipina, Malaysia, USA, Rusia, Australia, Vietnam, Laos, Perancis, dan Brasil.

Tris Flower yang beralamat di Jl. Jambangan 3 SD / 23 Surabaya, Website: www.trisflower.com, dikelola ibu-ibu kel. Jambangan dan diakomodir oleh keluarga Tris seorang kader lingkungan yang  sejak 2007 berkarya memanfaatkan sampah.

Menurut Tris kerajinan ini untuk mengenalkan kepada dunia, bahwa di Indonesia ada sebuah budaya memilah sampah, dipilih yang bagus untuk dijadikan produk dan fungsi baru sekaligus dapat menyelamatkan lingkungan. Hal itu didasari karena sampah adalah sisa buangan yang sudah tidak terpakai, namun dirinya mengubah pola pikir tersebut. Sampah kering yang sulit untuk dihancurkan., mulai diproses menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini juga dapat dijadikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu.

Ketua rombongan Edi Sujono dari Teknik Lingkungan ITS mengatakan,”Program ini sebagai sarana mengenalkan partisipasi masyarakat Indonesia khususnya kota Surabaya dalam mengelola limbah cair ataupun padat.

Tadi kami dari kantor Kec. Genteng, disana kami diajari mengelola limbah cair misalnya tinja, air bekas mandi dll. Saat ini  kami berkunjung ke Jambangan untuk belajar pengolahan limbah padat yaitu berupa sampah kering. Setelah ini kami akan pergi ke Pasuruan tepatnya di Kec. Tutur.

intinya masyarakat Internasional kagum dengan partisipasi masyarakat Indonesia dalam pelestarian lingkungan terutama dalam pengolahan limbah.

Menurut Lurah Jambangan Budi Setyawan ,“ sebagai Lurah saya merasa bangga karena Jambangan sering mendapat kunjungan studi banding baik dari dalam maupun luar negri, jadi melakukan kerjasama seperti ini bagi warga saya sudah bukan barang baru, sudah seperti makanan, tinggal sekarang yang mereka (tamu) inginkan dari studi banding ini apa?

saya menekankan pada partisipasi warga Jambangan ini dalam pengelolaan lingkungan ini sangat tinggi tidak hanya pada waktu akan lomba , ini kegiatan sehari-hari bahkan sudah seperti olahraga bagi mereka. "Jadi bila anda membuka internet, Jambangan memang terkenal sebagai kampung lingkungan.' jelas Budi.

“Sebenarnya partisipasi warga Jambangan ini sudah sejak tahun 2007 sewaktu dipimpin lurah Gatot, saya tinggal meneruskan,” tambah Budi.

(sb/bl/sum)

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Media


Go to top