TueJan05

Sumberita – Jumlah penduduk miskin di perkotaan Jawa Timur mengalami peningkatan, dan sulit diturunkan. Namun demikian, secara keseluruhan angka kemiskinan di daerah ini sedikit menurun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan, jumlah penduduk miskin sebesar 12,34% dari seluruh penduduk Jatim per Maret 2015 lalu menurun menjadi 12,28% pada September 2015. Penurunan sebesar 0,06 poin dalam waktu satu semester itu sudah sangat bagus, karena kemiskinan di Jatim sudah lebih awal memasuki kondisi kronis, atau hardcore poverty.

Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah, mengatakan, yang menjadikan kemiskinan Jatim memasuki tahap kronis, karena faktor yang mempengaruhi sudah tidak lagi didominiasi oleh faktor struktural, tapi juga karena faktor kultural, budaya, kebiasaan dan orientasi masyarakat miskin itu sendiri.

Menurutnya, penentu kemiskinan kondisi ini yang paling tampak adalah pola pikir masyarakat. Misalnya orang dikasih sumbangan modal untuk usaha tapi malah dipakai untuk kenduri.

Daerah-daerah yang sudah memasuki kondisi ini sangat sulit menurunkan angka kemiskinan. Karena itu perlu upaya masif, tidak hanya dari pemerintah, tapi juga masyarakat umum, terutama yang berkaitan dengan budaya masyarakat.

Ditandaskan, indeks kemiskinan secara umum di Jatim menurun, tapi indeks masyarakat miskin di kota justru meningkat. Penduduk miskin di perkotaan di Jatim pada semester yang sama meningkat 22%, lebih dari 1,57 juta jiwa. Sedangkan di pedesaan, masyarakat miskin justru menurun 0,34% atau lebih dari 3,20 juta jiwa.

“Ini sebenarnya gejolak konjungter. Di pedesaan mungkin ada peningkatan hasil usaha atau kesempatan bagi masyarakat bawah, sementara di perkotaan kelompok masyarakat bawah ternyata agak sulit mendapat penghasilan tambahan,” jelas Sairi

 (SB/BL/Surabaya).

 

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Media


Go to top