TueMar15

Neraka Jahanam Tempat Pelaku LGBT

Sumberita.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menegaskan pihaknya menolak segala bentuk propaganda, promosi dan dukungan terhadap legislasi dan perkembangan LGBT di Indonesia. Ia menilai aktivitas LGBT bertentangan dengan sila pertama Pancasila dan kedua, UUD 1945 Pasal 29 ayat (1) dan Pasal 28 J serta UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Selasa (15/03/2016).

Selain itu, aktivitas LGBT juga bertentangan dengan Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang lesbian, gay, sodomi dan pencabulan. “Dalam fatwa ini dinyatakan bahwa homoseksual baik lesbian maupun gay dan sodomi hukumnya adalah haram dan Allah akan menghantarkan pelaku-pelaku LGBT ke neraka jahannam. Juga dalam fatwa MUI tahun 2010 tentang transgender.

MUI, mendukung pemerintah dan KPAI untuk melarang masuknya dana asing yang diperuntukkan bagi kampanye sosialisasi serta dukungan LGBT yang dilakukan pihak manapun. Termasuk organisasi internasional maupun perusahaan internasional.

“ Meski begitu, MUI siap membantu pemerintah dan instansi terkait lainnya untuk melakukan rehabilitasi kepada siapa saja yang memiliki aktivitas menyimpang. "Siapapun yang memiliki aktivitas menyimpang seharusnya dibina dan MUI bersama pemerintah siap membantu melakukan pembinaan juga bersama ormas Islam dan majelis-majelis taklim," papar Ma'ruf.

"Merupakan suatu keharusan adanya rehabilitasi bagi setiap orang yang memiliki kecenderungan seks menyimpang untuk dapat kembali normal," lanjutnya.

Ma'ruf menegaskan, tidak ada satu pun ayat yang membolehkan aktivitas LGBT. Jika ada para pelaku yang mengatakan ada ayat yang membolehkan LGBT ini, maka itu adalah ayat-ayat palsu. “Fatwa MUI itu berdasarkan ayat-ayat dan hadis. Justru jika ada yang membenarkan melalui ayat, itu menyimpang. Kita akan minta dilarang (LGBT) sebab itu melakukan penyimpangan. Bahkan itu bisa dianggap sebagai penodaan agama," tandas Ma'ruf.

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Media


Go to top